yah,,, akhirnya saya kembali lagi... bukan dalam keadaan yang terlalu baik juga

sambil menahan cenat cenut di gigi saya setelah operasi,, wekzz,,, tag boleh macam cakap saya,, takut benang jahitnya copot,, huhuhuhu.. T.T makan ini itu dilarang ngomong juga dilarang, minum ini itu juga dilarang,, susah amat,, hikz hikz hikz,,

Oke terlepas dari keadaan saya sekarang saya mau berbagi cerita dengan anda semua,, yah dimulai sebelum operasi ini terjadi. Karena suatu masalah dan lain hal,, dokter yang menangani saya berbeda - beda,, oleh karena itulah,, dokter yang memegang kartu asuransi saya sempet marah - marah. huhuhuhuhuhu
Dokter pertama kali yang menangani saya bilang bahwa saya harus ke Dokter Bedah Mulut oke lah.. selanjutnya karena ingin memakai jasa asuransi kesehatan beralihlah ke dokter lain. Dokter ini akhirnya buat rujukan ke Rumah Sakit Swasta atas permintaan orang tua saya,, agar saya segera dioperasi. Dokter ini buat rujukan ke poli gigi. Akhirnya berbekal rujukan dari dokter asuransi kesehatan saya dan hasil rongsen mulut saya, saya ke Rumah Sakit swasta tersebut. Ternyata sampai disini saya yang masih kebingungan antara dokter gigi atau spesialis bedah mulut ya cuma plonga - plongo saja,, mengikuti arahan ibu" perawat disana.. Waktu sampai di Dokter gigi Rumah Sakit swasta tersebut, saya malah langsung dioperasi,,, huhuhuhu... ini yang bener yang mana Dokter gigi / spesialis bedah mulut yang harus mengoperasi saya,,, saya jadi bingung...
Dan dimulailah detik - detik menegangkan itu,,, gigi saya dan gusi saya dikasih obat bius.. sempet merasa takut juga sih dengan jarumnya,, setelah itu nunggu obatnya bereaksi,, seperempat jam kemudian, datanglah operasi itu,, pertama sih oke" saja karena jujur akibat efek dari obat bius itu. yang saya takutkan itu alatnya,, ada bor, gunting berbagai macam, tang dkk saya tag berani melihat alat" itu yah saya akhirnya memutuskan untuk menutup mata.
tik tik tik 10 menit, 15 menit, 20 menit, berlalu dokter dan perawat itu ternyata kewalahan menganmbil gigi saya yang mojo di bawah dan tertutup oleh gusi. dia posisinya tidur pula.. walakkkhhh!!!!
25 menit, 30 menit, crootttt.. darah dari gusi saya muncrat kemana - mana,,, hahahahahahaa,, heran saya, perawat dan dokter serta lantai di ruangan itu pun terkena darah muncratan gusi saya,,, mulut saya hiiiii darah plus air liur semua oey,,,
35 menit,, dokter dan perawat semakin bernafsu untuk mengambil gigi saya,,, tenaga mereka entah mengapa meningkat lagi. Segala peluh upaya mereka, mereka keluarkan,, tang gunting , bor bergantian menyentuh tangan dokter itu.Uhhhhh,,,, Dokter itu menarik gigi saya sekuat tenaga,, dari arah kiri, kanan, atas , bawah,, samapi mulut saya mlenca mlence menyesuaikan arah tangan dokter itu,, tiba" ahhhh bibir saya kejepit alat,, sontak suara saya yang keluar seadanya mulai ribut juga,,, berbagai alat masuk ke mulut saya.. saya gax bisa nafas,, saya pun berontak,, lalu perawatnya bilang..."sabar mbak ini giginya gax mau keluar - keluar, kalau nafas pake hidung saja ya jangan pake mulut".. saya mengikuti saran ibu perawat,, lalu tiba" air mata saya keluar,,,, saya sudah capek,, ini kapan selesainya? saya berdoa dalam hati berbagai doa saya baca sambil menahan cenut ketika dokter akan mencabut gigi saya dengan paksa,, air mata saya terus kelur,,
40 menit,, dokter dan perawatnya semakin bernafsu saja menarik gigi,, "aduh,, giginya koq besar sekali mb" kata dokternya.. pikir saya dalam hati "bodo deh,, cepetann selesai, ya allah saya akan menahan sakit ini saya akan megikuti apa yang dikatakan dokter ini saya ikhlaskan gigi saya untuk diambil tapi tolong saya, mudahkanlah operasi ini,,,,"
45 menit, dokternya bilang "aduh tinggal dikit lagi nih,, coba kamu saja yang tarik badan kamu (perawat) kan besar", "ya dok, akan saya coba" jawab perawanya. Dan penderitaan saya terus berlanjut,, mulut saya yang pegal karena mangap terus, dan alat nya yang masih saja nyupit bibir saya, rasa pegelnya yang berlawanan arah ketika kedua orang itu menarik gigi saya,,, keringat bertetesan keluar dari wajah dokter itu. Pikir saya "hadoh,, hebat sangat gigi saya,, udah ditarik" pake tang masih saja belum keluar"
50 menit,,, "ah,,, keluar juga giginya. ini mbak lihat giginya besar sangat,,, hhhhhhffff" kata dokternya,, dan acara operasinya belum selesai,,,

Selanjutnya gusi saya dijahit.dengan sisa - sisa kekuatan yang tersimpan saya kerahkan tenaga saya untuk membuat mangap gigi saya,,,, haahahahahahaaa
Ternyata
60 menit kemudian selesai juga,, mata saya merah akibat nangis,, mulut saya merah karena darah yang terus keluar,, dan selesai itu dokternya malah asyik kipasan sendiri dengan bukunya,, padahl ruangan itu ber AC loh,,, uihhhh wawwww hebatnya gigi saya,,, hahahahahhahhaaa

Dan penderitaan itu masih berlanjut,,, hikz - hikz masih ada 2 gig lagi yang harus dioperasi. Semoga tag separah dan tag selama tadiii amin,,,,