Kamis, 11 November 2010
Menjaga Ucapan
"Mulutmu Harimaumu"
.
Ternyata perkataan itu bukan hanya klise belaka. Banyak orang yang secara sadar atau tidak telah mempraktektan kalimat itu. Entah berapa banyak orang yang jadi sakit hati, gax enak hati atau rendah diri akibat ucapan seseorang. Salah satunya aku. Yah, banyak orang berkata ini itu, inilah itulah , apalah, tentang diriku. 

Sebagian orang mungkin bermaksud baik mengatakan hal tersebut. Tapi karena keadaan hati yang sedang tidak menentu, jadilah muncul dendam, sakit hati. Sebenarnya dalam kamusku gax ada kata dendam, dan sakit hati . Percuma deh, cuma buang - buang waktu saja. Biarkan sajalah mereka yang sering kali mencemoohmu. Tuhan kan gax tidur, jadi pasti Tuhan mendengar perkataan mereka tentangmu. Biarkan Tuhan yang membalas semuanya. Lagian aku percaya sama hukum karma koq. Kamu percaya atau gax, hukum karma itu ada. Aku lebih senang menjadi seseorang yang awalnya dipandang sebelah mata daripada menjadi orang yang banyak omong tapi tak ada satu pun hasil yang keluar. Setelah bicara panjang lebar diatas. Tentunya, aku juga tak lepas dari kesalahan
. Untuk temenku, aku tau aku main ceplas ceplos kalau ngomong. Yah, kuakui emosiku lagi labil sekarang.
Maaf untuk perkataan menyakitkan yang telah terucap. Aku tau kamu masih hati. Entah kamu akui itu atau tidak. Yah, hanya kata inilah yang terucap tulus dari hatiku. Maaf untuk semuanya. Aku tau aku salah.
Yah, aku juga salah. Welll, Aku lebih suka melepaskan emosiku dalam sehari daripada harus ribet mendem perasaan kemudian aku strezz. Yah, aku harus lebih mengontrol mulut ini.
Banyak kata yang mungkin menyakitkan bagi sebagian orang, tapi percayalah, aku gax bermaksud jelek . Itu hanya emosi sesaat.

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar